![]() |
| Cara Alami Untuk Melawan Kanker Prostat |
Kanker prostat bagi pria sama berbahayanya seperti halnya kankerpayudara bagi wanita. Meskipun kanker prostat sering tidak menimbulkan akibat yang fatal, namun tetap dapat merusak
kualitas hidup penderita.
Pengobatan prostat sering
menimbulkan dampak lain seperti disfungsi seksual dan inkontinensi urin (ngompol). Kedua efek samping tersebut merupakan pukulan
berat bagi penderita. Bagi pria, vonis kanker prostat seperti halnya datangnya hari kiamat. Padahal, langkah untuk pencegahan untuk penyakit ini sebetulnya tidak sulit. Hanya dengan pola makan
yang baik dapat mengurangi resiko menderita kanker prostat bahkan hingga 50 persen.
Demikian ungkap John Hibbs dokter
ahli naturopati dari Universitas Bastyr Amerika Serikat.
Mencegah memang selalu lebih baik daripada
mengobati. Langkah pencegahan itu akan sangat menguntungkan bila dijalankan oleh mereka
yang beresiko tinggi terkena kanker prostat.
Siapa kelompok berisiko tinggi ini? Yakni pria usia 50 tahun ke atas, yang
memiliki riwayat kanker prostat
dalam keluarga (ayah atau saudara pernah terkena kanker prostat), ras Afro-Amerika (hal ini masih perlu
penelitian rinci, tetapi ras ini diduga lebih berisiko tinggi dibanding kulit putih).
Cara pencegahan yang ditawarkan John Hibbs,
yakni diet, jelas sangat alami dan mudah dilakukan. Para pria hanya perlu mendisiplinkan diri untuk menjalaninya.
Langkah itu antara lain :
Mengapa
daging dan susu dianggap berbahaya? Menurut Hibbs, lemak jenuh yang terdapat di dalam keduanya dapat memacu peradangan,
yang selanjutnya mendukung pertumbuhan tumor. Ketika Anda menumpuk lemak hewani dalam tubuh, sama artinya
dengan memotong kadar antioksidan
si pencegah kanker. Coba ganti daging merah dengan ikan atau daging unggas tanpa kulit. Lupakan susu penuh lemak,
dan tukar dengan susu rendah atau tanpa lemak. Begitu saran Hibbs.
Wanita sering disarankan mengonsumsi kedelai
guna menguatkan tulang dan manfaat sehat lainnya. Berdasarkan penelitian terbaru, pria juga dianjurkan untuk
lebih banyak mengonsumsi kedelai.
Para peneliti telah mengamati kesehatan 12.000 orang selama sekitar 20 tahun. Pria yang minum susu kedelai lebih
dari satu kali per hari, 70 persen lebih tidak berisiko untuk terkena kanker prostat ketimbang pria yang tidak
meminumnya. Karena itu, sebaiknya
para pria mulai rajin minum susu kedelai. Bisa juga mengganti susu untuk
campuran sereal atau kopi, dengan susu
kedelai. Pada tahun 2000, peneliti
dari Universitas Hawaii memeriksa menu diet dari 3.237 pria. Setengahnya mengidap prostat dan setengahnya
tidak. Survei membuktikan para pria yang bebas kanker ternyata mengasup lebih banyak sayuran dan kacang polong.
Baru-baru ini penelitian di Kanada
menunjukkan hasil yang sama. Jadi, bila Anda ingin bebas dari kanker prostat, makanlah sayuran setidaknya lima porsi
sehari. Sayuran yang mengandung paling banyak zat pencegah prostat adalah tomat. Tomat mengandung likopen,
salah satu keluarga karotenoid
yang bersifat antioksidan.
Penelitian
laboratorium menunjukkan kekuatan
omega 3 dalam menghentikan perkembangan sel-sel tumor prostat. Para peneliti
Universitas Harvard menguji 48.000 pria
AS selama 12 tahun, pria yang mengonsumsi ikan lebih dari 3 kali per minggu, 44 persen lebih sedikit terkena kanker
prostat ketimbang mereka yang
mengonsumsi ikan kurang dari dua kali sebulan. Asam lemak omega 3 ditemukan dalam ikan air dingin seperti salmon,
makarel, trout dan remis. Anda
juga dapat mengonsumsi suplemen minyak ikan. Jika Anda ingin terhindar dari
kanker prostat, jauhi makanan berlemak
seperti daging dan susu. Banyak studi mengemukakan, makanan tinggi lemak jenuh meningkatkan risiko terkena
kanker prostat hingga dua atau
tiga kali lipat. Pria Jepang yang masih menganut pola makan tradisional yakni
banyak makan ikan ketimbang junk food,
memiliki risiko yang jauh lebih kecil untuk terkena kanker prostat daripada pria AS.
Para ilmuwan dari Universitas Yale telah
menganalisis contoh darah dari 473 pria yang mengidap kanker prostat maupun tidak. Mereka menemukan, pria yang bebas
kanker prostat memiliki lebih
banyak likopen dalam darahnya, dibanding mereka yang sakit. Likopen terbaik
terdapat dalam tomat yang dimasak.
Memasak tomat tak hanya memaksimalkan fungsi likopen, tetapi juga menambah rasa tomat itu sendiri. Kini likopen dapat
diperoleh dalam bentuk suplemen,
tetapi yang terbaik tentu dari bahan segar alami. "Tomat berisi lebih banyak lagi
karotenoid, selain likopen. Dan semua itu penting. Konsumsi setidaknya 3 buah tomat seminggu untuk mencegah
kanker prostat, " kata Dr. William Dahut dari Institut Kanker Nasional AS.
Selenium menjadi primadona pencegah kanker pada
tahun 1996, ketika sebuah studi menunjukkan
hasil yang tak terduga. Para peneliti dari Universitas Arizona memberikan
suplemen selenium kepada pasien kanker kulit
tiap hari, dengan harapan dapat mencegah kekambuhan. Tindakan ini ternyata tidak memberi banyak manfaat. Namun,
setelah enam tahun hasil
menunjukkan bahwa pemberian selenium itu justru dapat meredam pertumbuhan
kanker prostat. Hasil ini dikuatkan oleh
beberapa studi lain. Selenium banyak ditemukan alam makanan nabati, misalnya bawang putih. Untuk
memenuhi kebutuhan, Anda bisa juga mengonsumsi
suplemen selenium 200 mkg per hari.
Peneliti Finlandia menemukan, vitamin E dapat
menekan risiko kanker prostat sampai 32 persen. Masalahnya, sulit mendapat asupan vitamin E yang cukup dari
makanan sehari-hari. Minyak nabati
kaya akan vitamin, tetapi proses pengolahan bisa mengubah kadarnya. kacang
tanah, buncis, dan sayuran hijau juga
mengandung vitamin ini. Supaya kebutuhan tubuh tercukupi, Anda bisa memperoleh vitamin E dari suplemen dengan dosis 400
IU per hari.





0 comments:
Posting Komentar